https://ejournal.sttpk-medan.ac.id/index.php/pondokdaud/issue/feedJurnal Teologi Pondok Daud2026-10-09T10:38:45+00:00sttpksttpkm@gmail.comOpen Journal Systems<p>Jurnal Teologi Pondok Daud adalah <span style="font-family: helvetica; font-size: small;"><span style="font-family: helvetica; font-size: medium;">Media Komunikasi, Pengembangan Ilmu Teologi, dan Pelita Kebenaran, yang memberi pencerahan dan wawasan yang luas untuk memperlengkapi para pelayan dan pendidik secara holistik dalam tugas dan pelayanan.</span></span></p>https://ejournal.sttpk-medan.ac.id/index.php/pondokdaud/article/view/171Kasih sebagai Identitas Murid Kristus dalam Yohanes 13:34–35: Kajian Eksegetis dan Eklesiologis2026-10-09T10:38:45+00:00Yan J.B. Parranganyanparrangan1@gmail.comBenjamin Franklin Sihotangsihotangbenyamin@gmail.com<p>Kasih merupakan inti ajaran Yesus yang menentukan identitas murid Kristus, tetapi kehidupan gereja kontemporer sering kali lebih menonjolkan aspek kelembagaan daripada praktik kasih. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna perintah baru dalam Yohanes 13:34–35 serta relevansinya bagi pembentukan identitas murid dan kehidupan gereja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis kajian literatur dengan metode eksegesis gramatikal terhadap teks Yunani, disertai analisis konteks historis, sastra, dan teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebaruan perintah kasih terletak pada keteladanan Yesus sebagai standar kehidupan murid. Kasih memiliki tiga dimensi utama, yaitu kristologis sebagai perwujudan teladan Kristus, komunal sebagai dasar persekutuan, dan misioner sebagai tanda pengenal murid di hadapan dunia. Penelitian ini menegaskan bahwa identitas murid Kristus tidak hanya ditentukan oleh pengakuan iman, tetapi juga oleh tindakan kasih yang nyata. Temuan tersebut berkontribusi terhadap pengembangan eklesiologi yang menempatkan kasih sebagai landasan pemuridan, pelayanan, kesatuan, dan kesaksian gereja dalam kehidupan masyarakat yang beragam secara sosial dan budaya.</p>2026-10-08T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Yan J.B. Parrangan, Benjamin Franklin Sihotanghttps://ejournal.sttpk-medan.ac.id/index.php/pondokdaud/article/view/176Dari Ritual menuju Perjumpaan: Rekonstruksi Liturgi Gereja Kontemporer dalam Perspektif Teologi Pondok Daud2026-10-08T05:42:49+00:00aldrian ekoaldrian_eko@yahoo.co.idKasteria Gintingkasteriaginting71@gmail.com<p>Liturgi gereja kontemporer menghadapi kecenderungan ritualistik ketika struktur, musik, simbol, dan performa lebih dominan daripada orientasi kepada Allah, partisipasi jemaat, serta pembentukan kehidupan. Penelitian ini bertujuan menganalisis teologi Pondok Daud sebagai perspektif untuk merekonstruksi liturgi dari ritualisme menuju perjumpaan dengan Allah yang partisipatif dan transformatif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis kajian literatur dengan eksegesis gramatikal terhadap 1 Tawarikh 15–16, Amos 9:11–12, dan Kisah Para Rasul 15:16–17 serta sintesis literatur teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga teks tidak membentuk satu model liturgi yang dapat direplikasi, tetapi menghasilkan prinsip orientasi kepada kehadiran dan karya Allah, keteraturan pelayanan, partisipasi komunitas, restorasi, dan keterbukaan terhadap bangsa-bangsa. Prinsip tersebut membentuk paradigma ritualisme, rekonstruksi teologis, partisipasi, perjumpaan, dan transformasi. Penelitian ini menempatkan teologi Pondok Daud sebagai perspektif evaluatif dan rekonstruktif yang membantu gereja mempertahankan struktur liturgis sekaligus mengarahkannya pada perjumpaan dengan Allah dan transformasi kehidupan jemaat secara nyata.</p>2026-09-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 aldrian eko, Kasteria Gintinghttps://ejournal.sttpk-medan.ac.id/index.php/pondokdaud/article/view/174Perilaku Organisasi Adaptif dalam Membangun Resiliensi dan Efektivitas Lembaga Pendidikan di Tengah Perubahan Sosial 2026-10-08T05:34:58+00:00Evelyna Sianturievelyn.sianturi@yahoo.comLamhot Martua Situmeanglamhot.m.situmeang@gmail.com<p>Perubahan sosial yang cepat menuntut lembaga pendidikan mengembangkan perilaku organisasi yang mampu merespons dinamika lingkungan secara fleksibel tanpa kehilangan efektivitas institusional. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik perilaku organisasi adaptif, menganalisis kontribusinya terhadap resiliensi, menjelaskan keterkaitannya dengan efektivitas lembaga pendidikan, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis kajian literatur dengan penelusuran sumber ilmiah dan analisis eksegesa melalui pendekatan gramatikal untuk menafsirkan serta menyintesiskan hubungan antarkonsep. Hasil kajian menunjukkan bahwa perilaku adaptif tercermin dalam fleksibilitas pengambilan keputusan, komunikasi terbuka, kolaborasi, pembelajaran berkelanjutan, inovasi, dan kesiapan teknologi. Resiliensi secara konseptual berfungsi sebagai mekanisme penghubung antara kapasitas adaptasi dan efektivitas lembaga, sedangkan kepemimpinan responsif, budaya belajar, dukungan institusional, dan sumber daya menjadi faktor penting dalam proses tersebut. Penelitian ini menawarkan kerangka konseptual perilaku organisasi adaptif–resiliensi–efektivitas yang dapat menjadi dasar pengembangan tata kelola pendidikan serta pengujian empiris pada berbagai konteks lembaga pendidikan di tengah perubahan sosial yang semakin kompleks dan berkelanjutan.</p> <p> </p>2026-09-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Evelyna Sianturi, Lamhot Martua Situmeanghttps://ejournal.sttpk-medan.ac.id/index.php/pondokdaud/article/view/172Dari Pastoral Presence menuju Digital Pastoral Care: Rekonstruksi Model Pastoral Konseling Kristen di Era Artificial Intelligence 2026-10-08T05:17:05+00:00Thuan Ongthuan881@gmail.comRudy Hartono Situmeangrudyplatinamerelan@gmail.com<p>Perkembangan artificial intelligence (AI) menghadirkan peluang sekaligus <br>tantangan bagi pastoral konseling Kristen, khususnya dalam menjaga pastoral <br>presence di tengah berkembangnya digital pastoral care. Penelitian ini bertujuan <br>menganalisis pengaruh AI, mengidentifikasi peluang dan keterbatasannya, serta <br>merekonstruksi model pastoral konseling yang etis, teologis, dan berpusat pada <br>manusia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi kajian <br>literatur, melalui sintesis konseptual-teologis dan eksegesis gramatikal Kejadian <br>1:26–27 sebagai landasan Imago Dei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI <br>dapat memperluas akses, komunikasi, informasi, dan dukungan awal, tetapi tidak <br>dapat menggantikan empati autentik, relasi interpersonal, tanggung jawab moral, <br>dan spiritual discernment. Penelitian menghasilkan model yang mengintegrasikan <br>AI-assisted pastoral support, human pastoral encounter, dan Imago Dei ethical <br>governance. Model ini menegaskan AI sebagai instrumen pendukung, sedangkan <br>manusia tetap menjadi subjek utama pelayanan pastoral, sehingga transformasi <br>digital memperluas pelayanan tanpa menggantikan kehadiran relasional yang <br>berlandaskan martabat manusia dan nilai-nilai Kristen dalam praktik gerejawi <br>kontemporer.</p>2026-10-08T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Thuan Ong, Rudy Hartono Situmeanghttps://ejournal.sttpk-medan.ac.id/index.php/pondokdaud/article/view/175Kepemimpinan Kristen Adaptif dalam Membangun Resiliensi Organisasi Gereja di Tengah Perubahan Sosial2026-10-08T05:38:33+00:00perlin zebuaperlinzb@gmail.comRobert Benedictusrobertbenedictus62@gmail.com<p>Perubahan sosial yang cepat menuntut gereja mempertahankan identitas teologis sekaligus mengembangkan kemampuan beradaptasi terhadap dinamika pelayanan dan organisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik kepemimpinan Kristen adaptif, kontribusinya terhadap resiliensi organisasi gereja, serta faktor yang mendukung dan menghambat proses adaptasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis kajian literatur dengan penelusuran, seleksi, dan sintesis literatur relevan, disertai eksegesis gramatikal terhadap teks Alkitab yang berkaitan dengan kepemimpinan, transformasi, dan pemberdayaan komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Kristen adaptif ditandai oleh <em>discernment</em>, fleksibilitas strategi, pembelajaran, komunikasi, kolaborasi, pelayanan, dan pemberdayaan jemaat. Kepemimpinan tersebut memperkuat resiliensi melalui kemampuan mengantisipasi tekanan, mempertahankan pelayanan, menyesuaikan strategi, dan mendistribusikan kapasitas organisasi. Budaya pembelajaran, partisipasi, dan teknologi mendukung adaptasi, sedangkan kekakuan struktur, resistensi, dan keterbatasan sumber daya menghambatnya. Penelitian ini menawarkan kerangka konseptual <em>discernment–pelayanan–pemberdayaan–adaptasi–resiliensi</em> sebagai dasar pengembangan kepemimpinan gereja yang kontekstual, tangguh, dan tetap setia pada misi dalam menghadapi perubahan sosial dengan praktik pelayanan yang reflektif, partisipatif, adaptif, dan bertanggung jawab.</p>2026-09-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 perlin zebua, Robert Benedictushttps://ejournal.sttpk-medan.ac.id/index.php/pondokdaud/article/view/173Rekonstruksi Teodise Kehendak Bebas: Analisis Komparatif antara Augustinus dan Alvin Plantinga dalam Menjawab Problem Kejahatan Logis2026-10-08T05:22:02+00:00Albert Djohanes25310001@sttbi.ac.idHendri Sakstihendrisaksti@sttpk-medan.ac.id<p>Problem kejahatan logis menantang konsistensi antara Allah yang mahakuasa dan mahabaik dengan realitas kejahatan. Dalam tradisi Kristen klasik, Augustinus memandang kejahatan sebagai ketiadaan kebaikan yang lahir dari penyalahgunaan kehendak bebas makhluk rasional. Dalam filsafat agama analitik modern, Alvin Plantinga melalui Free Will Defense menunjukkan bahwa keberadaan Allah dan kejahatan tetap mungkin konsisten secara logis dalam kerangka dunia-mungkin. Penelitian ini merekonstruksi struktur argumentatif kedua pendekatan serta menilai koherensinya terhadap problem kejahatan logis. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan content analysis atas literatur akademik mutakhir. Hasil kajian menunjukkan kesinambungan ontologis pada konsep kebebasan sebagai dasar tanggung jawab moral, disertai pergeseran metodologis dari teodise metafisis menuju pembelaan logis-modal.</p>2026-09-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Albert Djohanes, Hendri Saksti