http://ejournal.sttpk-medan.ac.id/index.php/pondokdaud/issue/feed Jurnal Teologi Pondok Daud 2020-04-08T07:58:38+00:00 Suardin Gaurifa suardingaurifa@yahoo.co.id Open Journal Systems <p>Jurnal Teologi Pondok Daud adalah <span style="font-family: helvetica; font-size: small;"><span style="font-family: helvetica; font-size: medium;">Media Komunikasi, Pengembangan Ilmu Teologi, dan Pelita Kebenaran, yang memberi pencerahan dan wawasan yang luas untuk memperlengkapi para pelayan dan pendidik secara holistik dalam tugas dan pelayanan.</span></span></p> http://ejournal.sttpk-medan.ac.id/index.php/pondokdaud/article/view/3 Memahami Konsep Penebusan Dalam Hukum Taurat Dan Penggenapannya Dalam Diri Yesus Kristus 2020-03-06T04:37:02+00:00 THUAN ONG thuan881@gmail.com IMANUEL ZAI imanzai07@gmail.com <p>Dalam kekristenan, memahami dan mengerti akan doktrin merupakan hal yang sangat penting, dikarenakan menjadi seorang percaya haruslah mengetahui apa yang ia percayai serta mampu mempertanggungjawabkan iman percayanya. Keselamatan merupakan inti perihal kenapa seseorang harus mengikut Yesus, didalam keselamatan terdapat tindakan penebusan dengan menukar sesuatu dengan nilai yang sama. Hal inilah yang membuat Yesus Kristus Sang Mesias yang dinubuatkan harus datang kedunia, menjadi korban penebusan bagi dosa manusia. Ternyata rancangan keselamatan ini, telah digambarkan pada Perjanjian Lama dalam ritual ibadah yaitu hukum kesucian yang menjadi bagian dalam hukum Taurat. Melalui penelitian ini ditemukan bahwa hukum kesucian merupakan simbol, gambaran, dan nubuatan, akan penyaliban Yesus diatas kayu salib. Konsep penebusan dengan darah dalam hukum kesucian, menjadi sebuah benang merah akan kematian Anak Domba sebagai korban penebusan.</p> 2020-03-03T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Jurnal Teologi Pondok Daud http://ejournal.sttpk-medan.ac.id/index.php/pondokdaud/article/view/2 Teori Teori Pengaruh Manfaat Pendidikan Dalam Alkitab 2020-03-06T02:16:48+00:00 PARULIAN SIAGIAN grantsam72ps@gmail.com <p>The bible is the best book in the world. This book is really special because it contains God’s messages to all human beings. We are going to gain incredible benefits whe we read, contemplate, and perform the contents of the bible. The bible is the highest authority and the source of genuine truth. Whoever lives in the truth of the bible will gain success</p> 2020-03-03T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Jurnal Teologi Pondok Daud http://ejournal.sttpk-medan.ac.id/index.php/pondokdaud/article/view/4 Pertahanan Gereja Abad Permulaan: Kanon, Pengakuan Iman, Jabatan Rasuli Dan Relevansinya Pada Gereja Masakini 2020-03-06T02:38:54+00:00 DARSONO AMBARITA dart3024@gmail.com <p><em>In order to preserve the true truth and sovereignty of the Bible, defenders arise to keep the church from the devil's attack. Kanon, Confession of faith, Apostolic Office is Defense of the church at the beginning of the history of the emergence of the church is still relevant today in this church because the Bible is the living Word of God. God does not want His church to be destroyed.</em></p> 2020-03-03T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Jurnal Teologi Pondok Daud http://ejournal.sttpk-medan.ac.id/index.php/pondokdaud/article/view/6 Pengaruh Pemahaman Karakter Guru Menurut I Timotius 4:12-13 Terhadap Kinerja Guru Sekolah Minggu Di Gbi Medan Plaza Sumatera Utara 2020-03-03T15:27:04+00:00 SHINTA DHARMA HARDI shinta.hardi@yahoo.com <p>This research has aimed at knowing : (a) The tendency of sunday school teacher in understanding the teacher characters in GBI Medan Plaza in North of Sumatra. (b) The tendency of sunday school teacher performance in the sphere of GBI Medan Plaza in North of Sumatra. (c) The tendency of the influence of understanding teacher characters to the sunday school performance in the sphere of GBI Medan Plaza in North of Sumatra.</p> <p>This research has been conducted in the child Department of GBI Medan Plaza in North of Sumatra. The research method which has been used was correlative survey. The population of the survey was all sunday school teachers of GBI Medan Plaza in North of Sumatra with the total number of 300 teachers. The technique of obtaining sample is <em>Simple Random Sampling</em>, with 30 church members as the number of the sample. The method and the instrument of collecting data was the questionnaire. The calibration of research instrument used content validity and contruct validity. <strong>&nbsp;</strong></p> <p>&nbsp;</p> <p>The results of the research were: (1) The understanding of teacher characters according to I Timothy 4:12-13 to the sunday school teacher performance in GBI Medan Plaza in North of Sumatra was high and had positive value. It means that the correlation between the two variabels was in high category ; (2) &nbsp;The contribution of understanding teacher characters according to I Timothy 4:12-13 to the sunday school teacher performance in GBI Medan Plaza in North of Sumatra was influenced by another factor besides the model of research ; (3) There was a significant relationship between the contribution of understanding teacher characters according to &nbsp;I Timothy 4:12-13 &nbsp;to the sunday school teacher performance in GBI Medan Plaza in North of Sumatra. It means that in each improvement of understanding of teacher characters according to &nbsp;I Timothy 4:12-13, the sunday school teacher performance in GBI Medan Plaza in North of Sumatra would improve too.</p> 2020-03-03T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Jurnal Teologi Pondok Daud http://ejournal.sttpk-medan.ac.id/index.php/pondokdaud/article/view/7 Gereja dan Diakonia 2020-03-06T02:12:59+00:00 JONTHA FRESHLY SEMBIRING jontha.fresly@yahoo.com <p>Salah satu dari tri tugas gereja adalah <em>diakonia</em> (selebihnya <em>marturia</em> dan <em>koinonia</em>). Secara singkat, diakonia dapat berarti melayani. Tentu tidaklah sulit bagi orang Kristen menemukan atau mendengar kata melayani atau pelayanan. Tanya saja kepada pendeta yang akan bertugas berkhotbah pada hari Minggu – kalau tidak salah – beliau akan menjawab “pelayanan”. Atau kepada mahasiswa teologi yang diberikan tugas pada kebaktian kampus-kalau tidak salah juga-baliau akan menjawab “melayani”.</p> <p>Namun perlu dipahami bahwa bergereja dan berdiakonia bukanlah semudah yang terucapkan dengan kata-kata. Lebih dari itu, bergereja dan berdiakonia memiliki makna yang dalam dan cukup menantang untuk dilakukan orang-orang Kristen. Dalam perspektif Perjanjian Baru, diakonia mendapat posisi penting sampai-sampai orang yang melaksanakan diakonia tersebut pun harus dipilih dan tugasnya pun diberikan khusus. Selain itu, masalah yang timbul juga adalah, mengapa ada beberapa Gereja yang tidak mempunyai diaken untuk mengerjakan tugas diakonia Gereja itu sendiri atau tugas itu dilimpahkan kepada para Penatua atau pendeta sendiri. Syarat-syarat untuk menjadi <em>diaken</em> (orang yang mengerjakan diakonia/ pelaku diakonia) harus ditetapkan (lih. Kis. 6:1-7). Berikut ini kami akan paparkan apakah diakonia itu serta keberadaannya dalam gereja sampai saat ini.</p> 2020-03-03T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Jurnal Teologi Pondok Daud http://ejournal.sttpk-medan.ac.id/index.php/pondokdaud/article/view/5 Implementasi Pendidikan Agama Kristen 2020-03-06T02:15:15+00:00 ANTON SAMSI PURBA antonspurba@ymail.com <p>The progress that exists in this world gives some excesses, some are<br>positive but also negative. These progres change the behavior of human life, even in some cases found the behavior is already away from the spiritual values it embraces. Therefore, religious education, especially Christian education (PAK) is absolutely necessary to restore man to the image and image of his Creator, the Lord Jesus Christ.</p> 2020-02-27T07:54:38+00:00 Copyright (c) 2020 Jurnal Teologi Pondok Daud http://ejournal.sttpk-medan.ac.id/index.php/pondokdaud/article/view/8 Metode Mengajar Yesus menurut Injil Markus 2020-03-06T02:12:12+00:00 LEONARDO BERUTU leonardo.berutu@yahoo.co.id <p>In a learning process, a lecturer must have his own way of doing the learning. It is impossible for a lecturer to doing a learning without a clear and systematic basis. There must be standars that must be met or obeyed in doing a learning so that the expected goals are met. Thats why a lecturer really needs a methods in presenting leassons. The following are some of the methods according to experts. One of the most important things in teaching (doing a learning) is the goal. J.M. Price says many teachers work year after year for no particular purpose except to show their students the subject matter that is given to them without a goal the teacher is not unable to teach well, even the students who are taught will not like the learning that is taught.</p> 2020-03-02T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Jurnal Teologi Pondok Daud http://ejournal.sttpk-medan.ac.id/index.php/pondokdaud/article/view/11 Studi Karakter Biografis Timotius & Titus Dalam Pelayanan Pengajaran 2020-03-06T02:23:14+00:00 PERLIN ZEBUA perlinzb@gmail.com <p><em>Dalam rangka meningkatkan pengajaran, berarti para Pendeta harus terus belajar, sebagaimana rasul Paulus menasehatkan Timotius untuk bertekun dalam membaca kitab-kitab suci (1 Timotius 4:13). Tanpa terus belajar Firman Allah, maka pemahaman Pendetaakan pengajaran Firman Allah akan kurang dan tidak dapat mengajarkan sesuatu yang seharusnya diajarkan. Selain belajar Firman Allah, para Pendeta juga harus terus mengembangkan kecakapannya dalam mengajar.Karakter Timotius ada yang positif dan negatif. Sisi positifnya, ia adalah seorang yang beriman, taat dan memiliki komitmen yang tinggi. Titus adalah seorang yang sangat dikasihi oleh rasul Paulus dan teman yang dapat dipercayai. Ia dipilih oleh rasul Paulus untuk menyelesaikan permasalahan jemaat di Korintus yang sangat sulit. Namun demikian Titus dapat menyelesaikan semua permasalahan dengan baik.</em></p> 2020-03-04T03:29:53+00:00 Copyright (c) 2020 Jurnal Teologi Pondok Daud http://ejournal.sttpk-medan.ac.id/index.php/pondokdaud/article/view/12 Penerapan Materi Pendidikan Agama Kristen Sekolah Dasar Berbasis Kurikulum 2013 dan Pengaruhnya terhadap prestasi belajar siswa 2020-03-06T02:10:28+00:00 BENYAMIN SITEPU benyamintepu@gmail.com <p>Kehadiran Kurikulum 2013 adalah kebutuhan pokok bagi peserta didik untuk mencapai tujuan Pembelajaran di dalam konteks pendidikan formal yang memberikan pengaruh kepada sikap Spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan Ketrampilan mereka. Penerapan Materi Pendidikan Agama Kristen Sekolah Dasar berbasis Kurikulum 2013 membutuhkan Alkitab sebagai sumber pembelajaran serta acuan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kristiani peserta didik, tentunya harapan terbesar bagi pemangku kepentingan pendidikan adalah melihat peserta didik dapat menunjukkan prestasi belajar.</p> 2020-03-05T02:44:54+00:00 Copyright (c) 2020 Jurnal Teologi Pondok Daud http://ejournal.sttpk-medan.ac.id/index.php/pondokdaud/article/view/13 Mendengar Musik Sebagai Stimulus Terhadap Kecerdasan Emosional Remaja 2020-03-06T02:21:38+00:00 CANA MARIA TARIGAN canatrg@gmail.com <p>Musik diakui mempunyai kekuatan untuk mengantar dan menggugah emosi, baik dituangkan melalui penjiwaan terhadap alur cerita, musik, dan watak tokoh yang diperankan maupun sebagai sarana untuk mengekspresikan diri. Oleh sebab itu, musik tidak dapat dipisahkan dari emosi.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kecerdasan emosional miliki peran yang sangat penting untuk kehidupan karena itu perlu adanya stimulus yang tepat, salah satunya dengan mendengarkan &nbsp;musik, dimana &nbsp;musik adalah &nbsp;unsur yang &nbsp;paling dekat dengan kehidupan manusia.<a href="#_ftn1" name="_ftnref1">[1]</a> &nbsp;Kecerdasan emosi juga mampu memotivasi diri sehingga ketika kita mengalami suatu kesulitan dengan memiliki kecerdasan emosi yang baik kita dapat memotivasi diri sendiri, mengatur nurani dan empati seseorang. Jadi orang &nbsp;yang &nbsp;cerdas &nbsp;secara emosi bukan hanya memiliki emosi atau perasaan-perasaan, tetapi juga memahami apa artinya</p> <p>&nbsp;</p> <p><a href="#_ftnref1" name="_ftn1">[1]</a>Goleman, “<em>Kecerdasan Emosional:mengapa EI lebih penting daripada IQ</em>” (PT. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta, 2009), 108.</p> <p>Musik diakui mempunyai kekuatan untuk mengantar dan menggugah emosi, baik dituangkan melalui penjiwaan terhadap alur cerita, musik, dan watak tokoh yang diperankan maupun sebagai sarana untuk mengekspresikan diri. Oleh sebab itu, musik tidak dapat dipisahkan dari emosi.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kecerdasan emosional miliki peran yang sangat penting untuk kehidupan karena itu perlu adanya stimulus yang tepat, salah satunya dengan mendengarkan &nbsp;musik, dimana &nbsp;musik adalah &nbsp;unsur yang &nbsp;paling dekat dengan kehidupan manusia.<a href="#_ftn1" name="_ftnref1">[1]</a> &nbsp;Kecerdasan emosi juga mampu memotivasi diri sehingga ketika kita mengalami suatu kesulitan dengan memiliki kecerdasan emosi yang baik kita dapat memotivasi diri sendiri, mengatur nurani dan empati seseorang. Jadi orang &nbsp;yang &nbsp;cerdas &nbsp;secara emosi bukan hanya memiliki emosi atau perasaan-perasaan, tetapi juga memahami apa artinya</p> <p>&nbsp;</p> <p><a href="#_ftnref1" name="_ftn1">[1]</a>Goleman, “<em>Kecerdasan Emosional:mengapa EI lebih penting daripada IQ</em>” (PT. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta, 2009), 108.</p> 2020-03-05T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Jurnal Teologi Pondok Daud http://ejournal.sttpk-medan.ac.id/index.php/pondokdaud/article/view/14 Teologi harmoni menurut Perspektif Alkitab Sebagai kontribusi bagi kerukunan antar umat beragama 2020-03-06T02:08:23+00:00 SUARDIN GAURIFA suardinsttpk@yahoo.com <p>Kerukunan antar umat beragama adalah bagian dari perjuangan yang membutuhkan komitmen serius untuk merajutnya pada konteks zaman ini. Kebutuhan terciptanya kerukunan antar umat beragama berimbang dengan desakan meningkatnya praktek-praktek intoleran yang berkembang di masyarakat. Kemajemukan adalah berita baik yang membutuhkan pemeliharaan komprehensif untuk eksistensinya. Kekristenan sebagai bagian dari masyarakat harus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan kerukunan antar umat beragama secara biblika. Alkitab menyimpan banyak konsep-konsep dasar yang menjadi modal pengembangan keadaan rukun. Konsep-konsep tersebut adalah beracuan pada report hidup rukun, ketaatan terhadap perintah Allah dan pengharapan pada hidup yang penuh damai sejahtera.</p> 2020-03-05T09:21:04+00:00 Copyright (c) 2020 Jurnal Teologi Pondok Daud http://ejournal.sttpk-medan.ac.id/index.php/pondokdaud/article/view/15 Keteladanan Hamba Tuhan Energi Kemajuan Rohani Jemaat 2020-03-14T03:28:55+00:00 Yan J.B. Parrangan yanparrangan1@gmail.com <p>Seorang pelayan Tuhan harus bisa menunjukkan kepada jemaat, bahwa Kristus yang hidup di dalam dirinya, bukan hanya lewat perkataan saja, tetapi juga melalui perbuatannya, sehingga jemaat dapat melihat kemajuan rohani secara nyata dalam kehidupan para pelayan Tuhan. Setiap individu pasti ingin mengalami kemajuan kerohanian dalam hidupnya, sama seperti jemaat di Tesalonika yang mau menjadi pengikut Paulus, karena jemaat di Tesalonika dapat melihat kemajuan rohani Paulus secara nyata, bukan hanya lewat perkataannya saja, tetapi juga melalui perbuatannya.</p> <p>Setiap individu yang mau hidupnya berbuah, harus komitmen memberikan dirinya tertanam dalam sebuah gereja lokal, agar bisa berakar, bertumbuh dengan sehat dan kemudian menghasilkan buah yang manis.</p> 2020-03-14T03:28:55+00:00 Copyright (c) 2020 Jurnal Teologi Pondok Daud http://ejournal.sttpk-medan.ac.id/index.php/pondokdaud/article/view/16 Pembinaan Remaja Dan Pemuda Gereja Berdasarkan Alkitab 2020-04-08T07:58:38+00:00 PUTRA SITOMPUL evpetrus7@gmail.com <p>The coaching is meant to be an effort that is carried out or done in an efficient and effective manner to obtain better results. Youth and youth are the objects of coaching that must be nurtured so that the life of the faith and spirituality of youth and youth is better than ever, or the faith of adolescents and youth grows in the knowledge of God. And the Bible is the source used to nurture. This is an attempt for every spiritual coach who continues to do coaching activities for every teenager and youth. And the method in coaching is done guidance teaching, faith, ethics and service. Where this system is done so that teenagers and youth are really built up in their spirituality and faith in Jesus Christ, so they are burdened and responsible in the service entrusted to every teenager and youth. Proper coaching can have a good impact so that growth within each church can grow rapidly. The success of coaching can make every teenager and youth have a heart in service and have a commitment and responsibility in the service provided to every teenager and youth. In this way the church can grow and every teenager and youth understand the ministry and are not involved in the lives of children today.</p> 2020-04-08T00:00:00+00:00 Copyright (c)